Untuk Berdirinya sebuah negara yg
berdaulat secara (de jure), Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa lain.
Palestina dan
Mesir merupakan Negara Pertama didunia yang yang
mendukungan dan mengakui
kemerdekaan Indonesia. Bahkan
dukungan Palestina ini
telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan
kemerdekaan RI. Dengan adanya pengakuan dari negara
Timur Tengah Tersebut maka Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat
dan negara yang merdeka! Seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi
Indonesia di Luar Negeri” pada
hal. 40
yg ditulis oleh M. Zein Hassan Lc Ketua PPKI dan pelaku sejarah
Indonesia, beliau menyatakan peran serta dan dukungan nyata Palestina
terhadap
kemerdekaan Indonesia, di saat negara lain belum berani bersikap!
Dukungan Palestina ini diwakili mufti besar Palestina, Syekh Muhammad
Amin Al-Husaini yg secara terbuka mengakui kemerdekaan Indonesia pada 6
September 1944 distasiun radio Berlin yang berbahasa Arab. Berita
tersebut disiarkan melalui radio dua hari
berturut-turut dan disebar-luaskan, bahkan harian Al-Ahram yg terkenal
telitinya
juga memuat berita tentang kemerdekaan Indonesia. Syekh Muhammad Amin
Al-Husaini sbg mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan
delegasi “Panitia Pusat
Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh atas
kemerdekaan Indonesia secara langsung, serta menawarkan bantuan para
pejuangnya untuk membantu rakyat Indonesia melawan penjajah. sampai
akhirnya Presiden Sukarno dan Wakilnya Moh Hatta memproklamasikan
kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945. dukungan palestina
bukan hanya dari pejabat pemerintahannya saja. rakyat Palestina secara
keseluruhan mendukung NKRI, terbukti Seorang Palestina yg sangat
bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau
adalah saudagar kaya Palestina yang Spontan menyerahkan seluruh uangnya
di Bank Arabia dan berkata, “
Terimalah semua kekayaan saya ini untuk
memenangkan perjuangan bangsa Indonesia". Setelah kejadian tersebut
dukungan terus mengalir. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya
10 November 1945 yg menewaskan ribuan penduduk Surabaya, terjadi
gelombang demonstrasi besar-besaran untuk solidaritas dan
dukungan kepada Rakyat Indonesia di jalanan Palestina. Demonstrasi
anti Belanda-Inggris juga merebak di Mesir dan negara Timur Tengah
lainnya, Shalat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan
masjid-masjid. Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah
ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, pada tanggal 21 juli
1947. Pada 9 Agustus 1947 kapal Volendam milik Belanda pengangkut
serdadu dan senjata telah sampai di Port Said (
pelabuhan penting untuk kapal yang ingin melewati Terusan Suez di Mesir). seluruh awak kapal
tersebut tercengang oleh aksi Ribuan penduduk pelabuhan Mesir yang
berkumpul di pelabuhan, mereka menggunakan puluhan kapal boat dgn
bendera merah putih yang berkeliaran di pesisir Port Said guna mengejar,
menghalau & blokade terhadap kapal-kapal perusahaan asing yg ingin
menyuplai air & makanan untuk kapal Volendam milik Belanda yang
berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Bagaimana
rasanya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dgn
kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya? inilah Bukti cinta
mereka Bangsa Palestina dan Mesir serta Bangsa Timur Tengah lainya pada
bangsa Indonesia. Tentu saja, motivasi yang kita bangun tidak hanya dari
aspek historis, Namun ini dapat kita ambil sbg pelajaran untuk
mengingatkan kembali betapa Mesir dan Palestina pernah melakukan hal
yang luar biasa pada Indonesia. Oleh Karena Itu Tidak ada alasan untuk
tidak mendukung kemerdekaan Palestina sebagai Negara yg merdeka!Sejarah
yang telah menjelaskan kepada kita!